JAKARTA – Juru Bicara sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) PKS, Pipin Sopian, melontarkan kritik tajam terkait kondisi kelistrikan di wilayah terdampak bencana banjir Aceh Tamiang. Pipin mempertanyakan mengapa aliran listrik sempat menyala normal saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (12/12/2025), namun kembali padam setelah rombongan presiden meninggalkan lokasi.
Kritik ini disampaikan Pipin setelah dirinya bersama rombongan PKS turun langsung dan menginap di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan serta mendengar keluhan warga yang masih hidup dalam kegelapan.
Dalam pernyataannya kepada media pada Selasa (16/12/2025), Pipin mendesak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan PT PLN (Persero) untuk segera memberikan klarifikasi transparan atas fenomena “listrik formalitas” tersebut.
“Ini aneh, kenapa itu bisa terjadi? Saya minta kepada Menteri ESDM dan PLN agar mengklarifikasi hal ini. Termasuk dipasangnya tenda-tenda BNPB menjelang kehadiran Presiden, padahal belasan hari pasca banjir tidak ada,” tegas Pipin.
Ia menambahkan bahwa dirinya yakin Presiden Prabowo sendiri tidak menginginkan adanya pelayanan yang bersifat seremonial semata. “Saya yakin hal ini tidak diinginkan Presiden Prabowo. Jangan main-main terhadap hak masyarakat di Aceh,” imbuhnya.
PKS menekankan bahwa pemulihan listrik adalah kunci utama untuk membangkitkan kembali aktivitas warga pascabencana. Pipin menjelaskan bahwa padamnya listrik telah memicu krisis lanjutan, di antaranya:
Akses Air Bersih; Terhentinya pompa air milik warga, Komunikasi; Terganggunya jaringan komunikasi di wilayah terdampak, dan Layanan Medis & Relawan; Menghambat pekerjaan tim medis dan relawan kemanusiaan yang berjuang di lapangan pada malam hari.
Hingga saat ini, sebagian wilayah Aceh Tamiang dan Langsa dilaporkan masih mengalami pemadaman karena proses pembersihan gardu induk dan perbaikan transmisi yang terdampak banjir bandang. PKS menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mencari solusi tercepat agar warga tidak lagi menderita dalam kegelapan.











