Recent News

Recent News

Recent News

Kembali Viral di Media Sosial: Mengenang Wabup Sangihe Tolak Tambang Sebelum Wafat Tragis di Udara

JAKARTA – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan ulasan mengenai sosok mendiang Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Helmud Hontong. Meskipun peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2021, narasi mengenai keberaniannya menolak izin tambang emas raksasa tepat sebelum kematiannya yang mendadak di pesawat kini kembali viral, memicu diskusi publik tentang kelestarian lingkungan dan kedaulatan lahan.

Kisah yang kembali mencuat ini berawal pada Rabu, 9 Juni 2021. Saat itu, Helmud Hontong tengah menumpangi pesawat Lion Air JT-740 dalam perjalanan pulang dari Bali menuju Manado via Makassar. Sekitar 20 menit setelah lepas landas, Helmud mengalami batuk hebat yang disertai keluarnya darah dari hidung dan mulut hingga kehilangan kesadaran.

Pihak maskapai mengonfirmasi bahwa kru kabin telah berupaya memberikan pertolongan pertama menggunakan tabung oksigen. Namun, sang Wakil Bupati dinyatakan meninggal dunia sesaat setelah pesawat mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 16.17 WITA.

Alasan utama mengapa isu ini kembali viral adalah kaitan erat antara wafatnya Helmud dengan aktivitas politiknya. Pada 28 April 2021, kurang dari dua bulan sebelum wafat, Helmud mengirimkan surat pribadi (Nomor 540/122) kepada Kementerian ESDM.

Dalam surat tersebut, ia secara tegas memohon pembatalan izin Kontrak Karya PT Tambang Mas Sangihe (TMS) yang mencakup 42.000 hektare atau sekitar 56,9 persen dari total luas Kabupaten Sangihe. Argumentasi Helmud yang menyatakan bahwa penambangan tersebut akan menghancurkan ruang hidup masyarakat di pulau kecil kini kembali dikutip luas oleh netizen sebagai bentuk pengabdian terakhirnya.

Di tengah liarnya spekulasi yang kembali beredar, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melalui hasil autopsi resmi di RSUD Liunkendage Tahuna (Juni 2021) menyatakan bahwa:

  • Penyebab Kematian: Almarhum meninggal akibat komplikasi penyakit menahun.
  • Uji Laboratorium: Hasil toksikologi dari Labfor Makassar menegaskan tidak adanya kandungan zat beracun (seperti sianida atau arsenik) dalam tubuh korban.
  • Tanda Kekerasan: Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan fisik.

Viralnya kembali berita ini disinyalir berkaitan dengan masih bergulirnya perjuangan warga Sangihe dalam menggugat izin tambang tersebut di tingkat hukum yang lebih tinggi. Sosok Helmud Hontong kini telah bertransformasi menjadi martir lingkungan bagi para aktivis dan masyarakat yang tetap konsisten menyuarakan gerakan “Save Sangihe Island”

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps