JAKARTA – Gelaran SEA Games ke-33 resmi berakhir dengan menempatkan tuan rumah Thailand sebagai juara umum. Di saat yang sama, Indonesia berhasil mengamankan peringkat kedua klasemen akhir, sebuah pencapaian krusial yang menandai stabilitas prestasi atlet nasional di level Asia Tenggara.
Dominasi Thailand di kandang sendiri sulit terbendung, namun keberhasilan Indonesia menempati posisi runner-up menjadi catatan sejarah penting, mengingat ketatnya persaingan dengan Vietnam dan Filipina di papan atas.
Thailand sukses memanfaatkan status tuan rumah untuk mendominasi perolehan medali, terutama di cabang olahraga air dan permainan tim. Namun, Indonesia memberikan perlawanan sengit dengan mengumpulkan total 91 medali emas, yang memastikan posisi kedua tetap berada dalam genggaman Merah Putih hingga hari terakhir kompetisi.
Berikut adalah ringkasan klasemen akhir untuk posisi tiga besar:
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Total Medali |
| 1 | Thailand | 125 | 105 | 112 | 342 |
| 2 | Indonesia | 91 | 111 | 131 | 333 |
| 3 | Vietnam | 85 | 90 | 105 | 280 |
Salah satu faktor penentu yang membuat Indonesia mampu mengungguli Vietnam dalam perebutan posisi kedua adalah performa luar biasa di cabang atletik. Dengan raihan 20 medali (12 di antaranya emas), atletik menjadi motor penggerak utama yang memberikan selisih medali cukup signifikan di klasemen.
Pencapaian di sektor atletik ini dianggap sebagai lompatan besar, mengingat pada edisi-edisi sebelumnya nomor ini kerap didominasi oleh negara lain. Keberhasilan di Thailand membuktikan bahwa program akselerasi prestasi pada cabang olahraga terukur mulai membuahkan hasil nyata.
Keberhasilan menempati peringkat kedua di bawah Thailand merupakan pencapaian terbaik Indonesia dalam ajang SEA Games yang diselenggarakan di luar negeri sejak tahun 1995. Hal ini menunjukkan efisiensi pengiriman kontingen yang meskipun berjumlah lebih sedikit dari tuan rumah, tetap mampu tampil kompetitif di berbagai disiplin olahraga.











