JAKARTA – Munculnya nama-nama kejutan dalam bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2029 menandai babak baru dalam peta politik Indonesia. Hasil survei terbaru yang dirilis oleh GoodStats bersama MudaBicara menunjukkan tren menarik, pemilih muda mulai melirik figur di luar lingkaran partai politik, salah satunya adalah aktivis dan kreator konten, Ferry Irwandi.
Dalam survei tersebut, Ferry Irwandi berhasil mencatatkan elektabilitas sebesar 4,75 persen. Meski berada di bawah tokoh politik senior, angka ini dinilai signifikan bagi sosok yang berangkat sepenuhnya dari jalur masyarakat sipil. Ferry bahkan bersaing dalam daftar yang diisi oleh nama-nama besar seperti Dedi Mulyadi (18,38%), Purbaya Yudi Sadewa (14%), hingga petahana Gibran Rakabuming Raka.
Kehadiran Ferry Irwandi dalam radar pemilih muda dipandang sebagai bentuk kerinduan generasi Z dan Milenial terhadap figur yang konsisten menyuarakan isu-isu integritas, literasi keuangan, dan kritik sosial.
“Masuknya figur seperti Ferry Irwandi mencerminkan keterbukaan pemilih muda terhadap latar belakang masyarakat sipil. Mereka tidak lagi hanya terpaku pada tokoh partai, tetapi mencari sosok yang dinilai memiliki kedekatan intelektual dan keberanian bersuara,” tulis laporan dari MudaBicara.
Survei ini juga menunjukkan dinamika unik di mana tokoh daerah seperti Muzakir Manaf (Mualem) mampu merangsek ke posisi tiga besar (13,5%), mengungguli AHY (11,88%) dan Gibran Rakabuming (6,13%). Namun, munculnya nama Ferry Irwandi memberikan warna berbeda karena ia menjadi satu-satunya figur non-pejabat publik dan non-politisi yang muncul dalam jajaran atas pilihan anak muda.
Para pengamat menilai, angka 4,75 persen bagi seorang aktivis adalah modal simbolis yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa narasi-narasi edukasi dan sikap kritis yang dibangun di ruang digital mampu dikonversi menjadi dukungan politik nyata oleh generasi muda yang mendambakan perubahan gaya kepemimpinan di 2029.











