Recent News

Recent News

Recent News

Trump Minta Kontribusi US$ 1 Miliar untuk Keanggotaan Permanen Dewan Perdamaian Gaza

JAKARTA — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan meminta negara-negara yang ingin memperoleh posisi permanen dalam Dewan Perdamaian Gaza untuk memberikan kontribusi sedikitnya US$ 1 miliar atau setara Rp 16,9 triliun. Informasi tersebut dilaporkan Bloomberg berdasarkan draf piagam Dewan Perdamaian yang disebut diusulkan oleh pemerintahan Trump.

Menurut laporan Bloomberg yang dikutip Al Arabiya pada Senin (19/1/2026), draf piagam menyebut Trump akan menjabat sebagai ketua perdana dan memiliki kewenangan menentukan pihak yang diundang untuk menjadi anggota dewan. Dalam draf tersebut juga disebutkan keputusan Dewan Perdamaian diambil melalui suara mayoritas, dengan setiap negara anggota yang hadir memiliki satu suara, namun keputusan tetap memerlukan persetujuan ketua.

Bloomberg mengutip bunyi draf piagam yang menyebut, “Setiap negara anggota akan menjabat selama tidak lebih dari tiga tahun sejak berlakunya piagam ini, dan dapat diperpanjang oleh ketua.” Draf itu juga menyatakan masa keanggotaan tiga tahun tidak berlaku bagi anggota yang memberikan kontribusi lebih dari US$ 1.000.000.000 dalam bentuk dana tunai pada tahun pertama piagam berlaku.

Dewan Perdamaian Gaza dijelaskan dalam draf piagam sebagai organisasi internasional yang bertujuan “mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, serta mengamankan perdamaian abadi di wilayah-wilayah yang terkena dampak atau terancam konflik”. Dewan tersebut disebut akan resmi berdiri setelah tiga negara anggota menyetujui piagam.

Hingga laporan itu beredar, pejabat Gedung Putih disebut belum memberikan tanggapan langsung terkait isi draf piagam yang dikutip Bloomberg.

Sebelumnya pada Jumat (16/1/2026), Gedung Putih mengumumkan tujuh anggota eksekutif Dewan Perdamaian Gaza, yaitu Menlu AS Marco Rubio, utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff, Jared Kushner, mantan PM Inggris Tony Blair, CEO Apollo Global Management Marc Rowan, kepala World Bank Group Ajay Banga, serta penasihat politik AS Robert Gabriel. Gedung Putih juga menyampaikan bahwa anggota tambahan akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps