Recent News

Recent News

Recent News

Mundur Dari Gerindra, Ponakan Prabowo Resmi  Masuk Bursa Calon ‘Bos Bank Indonesia’

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan nama Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono, sebagai salah satu calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Pengajuan ini sekaligus dikonfirmasi dengan keputusan Thomas Djiwandono untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, sebuah langkah strategis untuk memenuhi syarat independensi Dewan Gubernur BI.

Surat Presiden (Surpres) yang telah diterima Komisi XI DPR RI mencantumkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI. Selain Thomas Djiwandono, dua kandidat lainnya berasal dari internal Bank Indonesia, yaitu Dicky Kartikoyono (Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI) dan Solikin M. Juhro (Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI). Pencalonan ini bertujuan untuk mengisi kekosongan jabatan Deputi Gubernur BI yang ditinggalkan oleh Juda Agung.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, membenarkan pengiriman Surpres tersebut.

 “Presiden telah mengirimkan Surpres kepada DPR. Langkah ini diambil secara prosedural untuk mengisi kekosongan jabatan di Dewan Gubernur BI. Saudara Thomas juga telah mengundurkan diri dari struktur partai demi menjaga independensi lembaga tersebut,” ujar Prasetyo Hadi.

Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungan penuh atas pencalonan Thomas Djiwandono. Menurut Purbaya, pengalaman Thomas di Kementerian Keuangan akan menjadi aset berharga bagi Bank Indonesia dalam menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter. 

“Pengalaman beliau di Kemenkeu akan sangat membantu sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter. Kita butuh harmoni yang kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global saat ini,” tutur Purbaya.

DPR RI, melalui Komisi XI, dijadwalkan akan segera menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) bagi ketiga calon tersebut. Rencananya, uji kelayakan akan berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 dan Senin, 26 Januari 2026. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan mengisi posisi Deputi Gubernur BI akan ditentukan berdasarkan hasil uji tersebut dan persetujuan pleno DPR.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps