JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan pagi ini, Jumat (9/1/2026). Indeks terpantau melesat ke zona hijau dan bergerak mendekati level psikologis krusial di angka 9.000, didorong oleh optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik di awal tahun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.20 WIB, IHSG dibuka menguat di posisi 8.969,15. Tak lama setelah pembukaan, indeks langsung melesat naik sebesar 42,27 poin atau setara 0,47% ke level 8.967,75.
Hingga perdagangan sesi I berjalan, IHSG bahkan sempat menyentuh angka tertinggi harian di 8.981,02. Data menunjukkan dominasi aksi beli dengan 317 saham emiten menguat, sementara 239 saham melemah, dan 158 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat cukup masif mencapai Rp8,63 triliun dengan kapitalisasi pasar menyentuh Rp16.382 triliun.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, dalam riset hariannya memproyeksikan bahwa IHSG saat ini berada dalam tren penguatan berkelanjutan (wave v dari wave iii). Kondisi ini memungkinkan indeks untuk tidak hanya menyentuh, tetapi juga menembus level psikologis 9.000 dengan rentang target penguatan di kisaran 9.030 hingga 9.077.
Beberapa faktor kunci yang melandasi kenaikan ini antara lain:
- Optimisme Domestik: Realisasi penerimaan pajak 2025 yang mencapai Rp1.917,6 triliun memberikan sinyal positif bagi fundamental ekonomi nasional.
- Sektor Unggulan: Penguatan signifikan terjadi pada sektor barang konsumsi primer dan kesehatan yang menjadi motor penggerak indeks pagi ini.
- Harkat Global: Meskipun pasar regional bergerak variatif menanti data Non-Farm Payrolls AS, optimisme investor lokal tetap terjaga seiring dengan kenaikan cadangan devisa RI yang kini mencapai USD 156,5 miliar.
Meski tren cenderung bullish, para analis tetap memperingatkan potensi koreksi jangka pendek akibat aksi ambil untung (profit taking). Investor diminta mencermati area support di rentang 8.916 – 8.776 dan mewaspadai volatilitas yang mungkin muncul menjelang penutupan pekan.
Kenaikan IHSG ini menjadi sorotan utama karena terjadi di tengah tekanan nilai tukar Rupiah yang pagi ini dibuka melemah ke level Rp16.832 per USD. Fenomena ini menunjukkan adanya pemisahan (decoupling) sementara antara pasar saham dan pasar valas, di mana minat investor pada aset ekuitas domestik masih sangat tinggi.












