Recent News

Recent News

Recent News

Komisi IV DPR Dorong Kemenhut Usut Dugaan Penebangan Hutan di Guci Tegal

JAKARTA – Komisi IV DPR mendesak Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk menyelidiki dugaan penebangan hutan yang terjadi di kawasan Guci, Tegal, Jawa Tengah, yang diduga berkontribusi pada banjir bandang yang melanda objek wisata tersebut. Hal ini disampaikan setelah Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan temuannya terkait aktivitas penebangan hutan yang memperburuk dampak bencana.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Abdul Kharis Almasyhari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan serupa dan meminta Kemenhut untuk segera menindaklanjuti isu tersebut. “Kami meminta kementerian kehutanan menindaklanjuti apa yang disampaikan Ketua MPR,” ungkap Abdul, Rabu (18/2/2026).

Sejalan dengan itu, anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan, juga menyampaikan keprihatinannya terkait bencana hidrometeorologi yang belakangan ini sering terjadi di berbagai daerah, termasuk Guci. “Banjir bandang di Guci tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga kerusakan lingkungan yang serius,” kata Daniel. Dia menyoroti degradasi tutupan hutan sebagai salah satu faktor penyebab utama banjir, di mana penebangan pohon mengurangi kapasitas resapan air di daerah tersebut.

Daniel mendorong Kemenhut untuk menindaklanjuti dugaan penebangan pohon yang berdampak buruk bagi lingkungan. “Kami akan memetakan kawasan hutan dalam 10 tahun terakhir untuk melihat area yang mengalami degradasi dan penggundulan,” jelasnya.

Selain itu, Komisi IV DPR berencana meminta data lebih rinci mengenai perubahan tutupan hutan dan degradasi yang terjadi di seluruh Indonesia. Data ini, menurutnya, dapat diperoleh melalui citra satelit dan laporan teknis dari kementerian terkait.

Abdul Kharis menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan dan percepatan program penghijauan dan rehabilitasi hutan secara nasional. “Hutan adalah masa depan kita bersama dan benteng utama dalam menghadapi krisis iklim dan bencana lingkungan,” ujarnya.

Banjir bandang yang melanda objek wisata Guci pada 20 Desember 2025 disebabkan oleh hujan deras yang menyebabkan aliran sungai meluap. Ahmad Muzani, yang meninjau lokasi pasca-banjir, menegaskan pentingnya langkah konkret untuk pemulihan lingkungan, termasuk penanaman kembali pohon di lereng Gunung Slamet. Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Kemenhut dan Perhutani akan bekerja sama untuk melakukan reboisasi di kawasan tersebut.

Kemenhut diminta untuk segera menindaklanjuti dugaan penebangan hutan ini, guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps