Recent News

Recent News

Recent News

PDIP Jadi Partai Penyeimbang, Puan Ajak Kader untuk Tetap Kritis Tapi Juga Solutif

JAKARTA — Dalam Rakernas I PDI Perjuangan yang diadakan di Beach City Internasional Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (11/1/2026), Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan, Puan Maharani, menyampaikan pesan penting kepada ribuan kader partainya tentang bagaimana berperan sebagai partai penyeimbang yang kritis namun solutif. Dalam kesempatan itu, Puan menegaskan bahwa sikap politik partai sebagai penyeimbang harus mencakup empat aspek utama: kritis, cerdas, solutif, dan kerakyatan.

Menurut Puan, sikap kritis harus dilandasi oleh analisis yang tajam dan berbasis data. Ia menekankan pentingnya fokus pada substansi permasalahan, bukan menyerang personal. “Kritis tidak berarti selalu menolak apa yang disampaikan pemerintah. Kita mendukung yang baik dan mengkoreksi yang tidak baik,” ujar Puan. Ia juga menekankan pentingnya berpikiran terbuka dan objektif, sambil menyoroti pentingnya menyadari bahwa beberapa masalah mungkin juga disebabkan oleh kebijakan masa lalu.

Selanjutnya, Puan menjelaskan bahwa sikap cerdas berarti kemampuan untuk memperjuangkan kepentingan dengan cara yang efektif, rasional, dan bermartabat, bahkan dalam situasi politik yang tidak kondusif sekalipun. Ia memberi contoh bagaimana PDI Perjuangan di DPR harus cerdas dalam mempertahankan posisi mereka meskipun hanya satu fraksi dihadapkan dengan tujuh fraksi lainnya.

Dalam menghadapi tantangan ini, Puan juga mengingatkan para kader bahwa mereka tidak hanya harus bisa menyampaikan kritik, tetapi juga harus memiliki solusi. “Jangan mengkritik jika tidak memiliki solusi. Solusi sangat penting karena kita pernah menjadi partai pemerintah dan memahami kompleksitas pengambilan kebijakan,” tegas Puan. Menurutnya, PDI Perjuangan, meskipun tidak berada di pemerintahan, tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pembangunan nasional tetap bergerak maju dan kesejahteraan rakyat terjaga.

Puan juga mengingatkan bahwa peran sebagai partai penyeimbang akan kehilangan makna jika tidak berpijak pada kepentingan rakyat. “Keberadaan kita sebagai partai penyeimbang akan bermakna jika kita selalu mendukung kepentingan rakyat dan tidak terjebak pada manuver politik yang hanya menguntungkan partai,” tuturnya.

Sebagai penutup, Puan menegaskan pentingnya menjalankan peran penyeimbang berdasarkan ideologi yang berorientasi pada solusi. Ia memberikan contoh nyata melalui bantuan yang diberikan PDI Perjuangan kepada korban bencana di Sumatera, menunjukkan bahwa aksi konkret lebih penting daripada sekadar retorika politik.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps