Recent News

Recent News

Recent News

Rupiah Melemah ke Rp16.794 per Dolar AS, Tekanan Global Kian Terasa

Jakarta — Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan dibuka di level Rp16.794 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/1), melemah 0,08 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Pelemahan ini menegaskan tekanan berlanjut pada mata uang Garuda sejak awal 2026.

Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang dipicu meningkatnya sikap risk-off investor global. Mayoritas mata uang Asia ikut melemah, seiring arus modal mengalir ke aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Analis memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.700–Rp16.850 per dolar AS.

Dari sisi fundamental, sentimen pasar juga dipengaruhi data makro domestik. Surplus neraca perdagangan Indonesia November 2025 tercatat US$2,66 miliar, lebih rendah dari ekspektasi akibat turunnya ekspor komoditas utama. Sementara itu, inflasi Desember 2025 naik ke 2,92 persen (yoy)—tertinggi dalam 20 bulan, meski masih dalam target Bank Indonesia.

Bagi dunia usaha, pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan produksi, menekan investasi portofolio asing, serta memperbesar risiko imported inflation. Bank Indonesia menegaskan stabilitas tetap terjaga, namun rupiah masih sensitif terhadap arah kebijakan global, khususnya sinyal lanjutan dari The Federal Reserve.Pelemahan rupiah ke Rp16.794 bukan sekadar fluktuasi harian, melainkan cerminan tekanan global yang kuat dan tantangan makro yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia di awal tahun.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps