JAKARTA – Kontingen Indonesia berhasil menuntaskan misi pada SEA Games ke-33 tahun 2025 di Thailand dengan capaian yang melampaui ekspektasi. Berdasarkan klasemen akhir, Indonesia secara resmi menempati peringkat kedua (runner-up), sebuah pencapaian tertinggi dalam tiga dekade terakhir saat berkompetisi di luar status sebagai tuan rumah.
Keberhasilan ini didorong oleh strategi penempatan atlet yang efektif dan lonjakan performa signifikan pada cabang-cabang olahraga unggulan, khususnya atletik yang menjadi primadona dalam perolehan medali Merah Putih.
Keberhasilan Indonesia meraih total 91 medali emas tidak lepas dari kontribusi besar beberapa cabang olahraga (cabor) kunci yang berhasil memenuhi, bahkan melampaui target teknis:
| Cabang Olahraga | Emas | Perak | Perunggu | Status Pencapaian |
| Atletik | 12 | 5 | 3 | Melampaui Target |
| Menembak | 10 | 8 | 5 | Stabil/Unggulan |
| Pencak Silat | 9 | 4 | 2 | Juara Umum Cabor |
| Renang | 6 | 7 | 10 | Peningkatan Signifikan |
| Bulutangkis | 4 | 3 | 2 | Sesuai Proyeksi |
Cabang atletik mencatatkan sejarah baru dengan berkontribusi sebanyak 20 medali secara keseluruhan. Peningkatan kualitas pada nomor lintasan dan lapangan menunjukkan bahwa program standardisasi latihan jangka panjang telah berjalan sesuai jalur. Hal ini krusial mengingat atletik adalah mother of sports yang menyediakan banyak kuota medali emas.
Posisi runner-up di SEA Games 2025 Thailand ini menyamai prestasi historis Indonesia pada tahun 1995. Hasil ini menjadi indikator positif bagi penguatan ekosistem olahraga nasional dalam menghadapi ajang yang lebih tinggi, yakni Asian Games dan kualifikasi Olimpiade. Pemerintah melalui Kemenpora menegaskan bahwa evaluasi berbasis data akan segera dilakukan untuk mempertahankan momentum positif ini.












