JAKARTA – TNI Angkatan Udara (TNI AU) memperkuat kolaborasi dengan seluruh sekolah penerbang di Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia penerbang yang andal, adaptif, dan berdaya saing. Langkah ini dinilai strategis seiring program validasi organisasi TNI AU yang berjalan beriringan dengan modernisasi alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam).
Ajakan kerja sama tersebut disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Mohamad Tonny Harjono dalam acara Ramah Tamah TNI AU bersama Direktur dan Kepala Sekolah Penerbang di Gedung Serbaguna IG Dewanto, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).
Tonny menegaskan, masuknya berbagai alpalhankam baru menuntut kesiapan personel yang profesional dan mampu beradaptasi dengan teknologi penerbangan terkini. Karena itu, sinergi dengan sekolah penerbangan dipandang krusial untuk memperkaya kemampuan teknis, wawasan, dan jam terbang calon penerbang TNI AU.
“Modernisasi alpalhankam harus diimbangi dengan kesiapan SDM yang unggul. Kolaborasi ini penting agar penerbang TNI AU semakin terasah dan adaptif terhadap kemajuan teknologi,” ujar Tonny dalam siaran pers resmi.
Secara analitis, kebijakan ini menunjukkan pendekatan end-to-end talent development: TNI AU tidak hanya merekrut, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan sejak hulu melalui pendidikan sipil penerbangan. Hal ini mempercepat kesiapan operasional sekaligus memastikan standar keselamatan dan profesionalisme terjaga.
Sebagai langkah konkret, TNI AU telah membuka jalur pencarian calon penerbang dari lulusan sekolah penerbangan untuk mengikuti pendidikan Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) TNI. Hingga saat ini, tercatat ratusan peminat yang akan mengikuti tahapan seleksi pada awal Februari 2026. Skema ini memperluas basis rekrutmen, memanfaatkan talenta yang sudah memiliki fondasi aeronautika, sehingga kurva pembelajaran di lingkungan militer dapat dipersingkat.
Dari perspektif pertahanan, ketersediaan penerbang berkualitas menjadi kunci keberhasilan modernisasi. Pesawat generasi baru dan sistem avionik mutakhir membutuhkan operator yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga cepat beradaptasi, disiplin, dan mampu bekerja dalam doktrin operasi militer.
Tonny berharap, melalui kolaborasi ini Indonesia akan memiliki penerbang berkualitas yang tidak hanya memperkuat pertahanan udara, tetapi juga mendorong kemajuan dunia penerbangan nasional. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat TNI AU serta para direktur sekolah penerbangan, antara lain Direktur PPI Curug Megi Hudi Helmiadi dan Direktur API Banyuwangi Daniel Dewantoro Rumani, bersama pimpinan sekolah penerbangan lainnya.
Langkah TNI AU ini menegaskan komitmen membangun kekuatan udara berbasis kompetensi, teknologi, dan kolaborasi—fondasi penting bagi kedaulatan udara Indonesia di era modern.












