Recent News

Recent News

Recent News

Viral Pramugari Gadungan Batik Air: Ternyata Korban Penipuan Loker, Menyamar Demi Keluarga

JAKARTA – Kejadian yang menggemparkan dunia penerbangan Indonesia baru-baru ini melibatkan seorang perempuan bernama Khairun nisya yang berhasil viral setelah kedapatan menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang-Jakarta. Aksi penyamaran tersebut terungkap saat awak pesawat mencurigai adanya ketidaksesuaian pada seragam yang dikenakan Nisa, yang ternyata tidak sesuai dengan standar resmi Batik Air.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Kasi Humas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Ipda Septian, kecurigaan awak pesawat bermula dari perbedaan motif rok yang dikenakan oleh Nisa dibandingkan dengan desain seragam pramugari Batik Air yang berlaku di PT Lion Grup. Kecurigaan itu akhirnya dilaporkan kepada petugas keamanan bandara setibanya pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, yang kemudian mengamankan Nisa untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, terungkap bahwa Nisa bukanlah seorang pramugari Batik Air, melainkan penumpang biasa yang membeli tiket untuk penerbangan tersebut. Sebelumnya, Nisa sempat bersikeras mengaku sebagai kru maskapai dan bahkan menunjukkan kartu identitas pramugari yang ternyata sudah kedaluwarsa.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Yandri Mono, mengungkapkan bahwa tindakan Nisa menyamar sebagai pramugari dilatarbelakangi oleh rasa malu dan tekanan psikologis untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya. Nisa, yang merupakan warga Palembang, awalnya datang ke Jakarta dengan izin dari ibunya untuk mengikuti proses seleksi menjadi pramugari. Dalam pencariannya, ia bertemu dengan seseorang yang menjanjikan pekerjaan tersebut dengan syarat menyerahkan uang sebesar Rp30 juta.

Namun, setelah uang diserahkan, orang yang menjanjikan pekerjaan tersebut tidak lagi bisa dihubungi. Merasa malu dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, Nisa akhirnya memutuskan untuk berpura-pura telah diterima bekerja sebagai pramugari Batik Air. Untuk menjaga wibawa di hadapan keluarga, ia bahkan sempat mengunggah status palsu di media sosial agar orang tuanya percaya bahwa ia telah berhasil bekerja di maskapai tersebut.

Meski tindakannya telah menimbulkan kehebohan, pihak kepolisian memastikan bahwa Nisa tidak ditahan karena tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam kasus ini. Hanya pakaian dan barang-barang terkait yang diamankan sebagai bagian dari proses klarifikasi. Pihak Batik Air pun tidak mempermasalahkan kejadian ini, mengingat Nisa bukan bagian dari karyawan resmi mereka.

Namun, kejadian ini memberikan pelajaran penting mengenai modus penipuan yang sering kali berkedok rekrutmen pramugari. Yandri Mono menegaskan bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap penipuan semacam ini, mengingat proses penerimaan kru maskapai harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan dan tidak boleh melalui jalur ilegal.

Dalam kasus ini, meskipun tidak ada unsur pidana yang ditemukan, tindakan Nisa mencerminkan bagaimana tekanan psikologis dan keinginan untuk memenuhi harapan keluarga bisa membawa seseorang ke dalam situasi yang rumit. Kejadian ini juga menggambarkan betapa pentingnya transparansi dan kewaspadaan dalam menghadapi tawaran pekerjaan, terutama yang melibatkan biaya yang tidak masuk akal.

Ke depan, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak terjebak pada janji-janji palsu yang beredar. Proses rekrutmen resmi harus mengikuti jalur yang sah dan terjamin, agar tidak terjerat dalam penipuan yang bisa merugikan banyak pihak.

Popular

Berita Terkini

“Melihat Fakta, Menyuarakan Nalar.”

Melalui jurnalisme yang hangat, kritis, dan objektif, kami berkomitmen untuk membangun ruang baca yang menumbuhkan kepercayaan dan menghidupkan nalar publik.

© 2025 LensaNalar.com. All Rights Reserved by PT. Skena Corps